Senin, 10 November 2014

struktur sel dan tumbuhan



TUGAS BIOLOGI
Structur Dan Fungsi Sel
Structur Jaringan Tumbuhan












 










Nama: FIFI FITRIANI
Kelas: XI IPA 2


STRUKTUR DAN FUNGSI SEL
A.Sejarah Penemuan Sel
                        Sel berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Yang meneliti sayatan gabus Menggunakan istilah sel untuk menamai ruang-ruang kosong pada preparat irisan gabus tersebut.
Beberapa teori tentang sel:
v  Schleiden : Hewan Tersusun Atas Sel
v  Schwan : Tumbuhan Tersusun Atas Sel
v  Felix Durjadin: Bagian Yang Terpenting Sel Adalah Cairannya
v  Rudolf Virchow : Semua Sel Barasal Dari Sel Sebelumnya
B.Sruktur Sel Dan Organel-Organel Sel
 Organel organel sel
Bagian utama sel:
1.      Membran  sel
Fungsi: struktur membran sel
 a. Melindungi bagian sel yang terletak lebih dalam
b. Memperkokoh sel
c. Mencegah agar sel tidak pecah
d. Menjadi tempat berpindahnya air dan  mineral




2. Sitoplasma       sitoplasma
Fungsi: -tempat metabolisme dalam sel
  -tempat organel-organel sel berada



3. Inti sel (nukleus)
nukleus
fungsi: a. sebagai pusat pengatur seluruh kegiatan sel 
b. mengendalikan reproduksi sel
c. mengatur sintesis protein
organel-organel sel yang lainnya



REK
1. Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma memiliki fungsi antaralain :
a. berperan dalam transport zat
b. tempat menempelnya ribosom


mitokondria
2. Mitokondria
fungsi mitokondria yaitu :
a. untuk respirasi sel
b. pusat pembangkit tenaga

badan golgi
3. Badan golgi
Merupakan organel yang berbentuk bulatan yang memiliki fungsi sebagai berikut :
a. berperan penting dalam sekresi zat
b. sintesis lisosom
c. mengangkut dan mengubah materi zat secara kimia
d. membentuk kantung pembungkus zat yang akan dikeluarkan
e. membentuk membran plasma
f. membentuk dindign sel (pektin, selulosa, dan hemiselulosa)
g. membentuk akrosom pada sperma, kuning telur, dan lisosom.


4. Ribosomribosom
Merupakan organel sel yang terdapat di sitoplasma dan menempel di retikulum endoplasma kasar. Ribosom memiliki peran penting untuk sintesis protein.


5. Lisosom
fungsi diantaranya :
a. mencerna zat-zat yang belum dapat diurai
b. menghancurkan bagian sel yang tidak berguna lagi
c. mencerna makanan cadangan di saat kekurangan
d. merupakan tempat pembentukan enzim pencernaan
e. menetralkan zat yang menyebabkan kanker (karsinogen)


6. Plastida
Merupakan organel yang khas pada sel tumbuhan sebagai tempat pigmen warna. Plastida terdiri dari beberapa bagian seperti kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
struktur koloroplas

7. Vakuola
Vakuola umumnya ditemui pada sel tumbuhan. Vakuola merupakan organel yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sekaligus menyimpan zat-zat yang akan dieksresikan.
vakuola

8. Mikro tubulus
Merupakan organel mikro yang berfungsi sebagai kerangka sel dan berperan penting dalam pembentukan spindel.



9. Mikro filament
Merupakan benang-benang filamen halus yang mempengaruhi kontraksi sel.
No
Pembeda
Sel tumbuhan
Sel hewan
1
Dinding sel
Ada
Tidak ada
2
Vakuola
Ada
Hanya sebagian kecil

3
Plastida
Ada
Tidak ada

4
Plamodesmata
ada
Tidak ada
5
Sentriol (sentrosom)
Tidak ada
Ada
6
Lisosom
Tidak ada
Ada
7
Bahan timbunan
Protein dan zat tepung
Lemak dan glikogen

C. Struktur Membran Sel
Membran sel tersusun atas lemak/lipid dan protein disebut dengan lipoprotein.lemak penyusun membran terdiri atas pospat dari lipid disebut dengan pospopilid.
Protein pada membran ada 2:
1)protein integral:yang masuk sampai kedalam
2)protein ferifeal: yang hanya menempel dipermukaan
Glukosa pada membran sel ada 2:
1).Glikolipid:glukosa yang menempel pada lipid/lemak
2)Glikoprotein:glukosa yang menempel pada protein
http://www.pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2013/04/gambar-membran-sel.jpg
D. Transportasi zat melalui membran
Mekanisme transportasi membran ada 3
1. Difusi
Difusi adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan energi. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

2. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan melewati satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.
3. Difusi Terfasilitasi
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel






















                                                STRUKTUR  JARINGAN TUMBUHAN
A.Jaringan Tumbuhan
1.Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu secara terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel meristem biasanya merupakan sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi.
Ciri-ciri sel meristem:
v  berdinding tipis,
v  banyak mengandung protoplasma,
v  vakuola kecil, inti besar,
v  dan plastida belum matang
v  rongga sel kecil
v  selnya tidak menggandung kristal
Berdasarkan asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem Primer
Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem primer terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar.

b. Meristem Sekunder
Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi kembali bersifat embrional
1.      Meristem Apikal
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.
2.      Meristem Interkalar
Meristem Interkalar adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa..
3.      Meristem Lateral
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan
2.JARINGAN PERMANEN/DEWASA
    a.      Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis yaitu jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan    ( akar, batang dan daun, bunga, buah, dan biji ). Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:
1.      Tersusun dari sel-sel hidup
2.      Terdiri atas satu lapis sel tunggal.
3.      Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel.
4.      Tidak memiliki klorofil.
5.     Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
6.   Mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misal stomata, trikomata (rambut-rambut), spina (duri), vilamen , sel kipas, sel kersik (sel silika).
    b.      Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut sebagi jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah :
o   Terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar dan berdinding tipis.
o   Bentuk sel parenkim segi enam.
o   Memiliki banyak vakuola.
o   Mampu bersifat meristematik.
o   Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak rapat. 
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1.      Parenkim asimilasi (klorenkim).
2.      Parenkim penimbun.
3.      Parenkim air
4.      Parenkim penyimpan udara (aerenkim). 
 3.   a   Jaringan Kolenkim (Penyokong)
Kolenkim merupakan  jaringan  penyokong atau penguat  pada organ tubuh tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel hidup dan sifatnya mirip parenkim. Ada sel kolenkim yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintesis. Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup dengan protoplasma aktif dan memiliki bentuk memanjang  dengan penebalan yang tidak merata.
   b.       Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri atas sel-sel mati. Dinding sel sklerenkim sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin. Berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut dan sklereid (sel batu).
Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem, umumnya terdiri atas sel-sel yang panjang dan bergerombol membentuk anyaman atau pita. Contohnya, pelepah daun pisang. Sedangkan, sklereid merupakan jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel yang mengalami penebalan. Contohnya, tempurung kelapa atau kulit biji keras. 
http://media.web.britannica.com/eb-media/44/62944-004-A415FB6C.gif
   4.      Jaringan Pengankut
a.xilem
jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
Unsur trakeal terdiri dari :
ü  trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
ü  Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
ü  Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal
https://smartsite.ucdavis.edu/access/content/user/00002950/bis10v/week8/xylem.gifhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPMSa3YrnbKgaaXlK54XFliaEFVv5NDMXbf8XOk5oHksMf9a9OrZ2yiqCvXCnLmybBpAqkYxWh4QeZoTrub50b91xW1bzktwsma3fM4B0728W0EzWxeLgEIVB_o28MR0yHqga7o7i9Q7lu/s1600/Xilem.png
b.floem
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA7lgLSKU-aRusZWl62Zd_a6jeNkrzNRYSE03MgG3qSDQcgGd5Odq1kYRPDkFH5mkHGUD-Hy_zxDR40If-1Nkm5wOfWnE4VspyYP4eq7T8aW4NmSACl6cUZyxMY9ByxTJeDkf1hwA3pBAQ/s320/Image+1.png
Jaringan Floem. Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
  • Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
  • Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
  • Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
  • Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.
B. Organ tumbuhan
1. Akar
Akar adalah bagian tumbuhan berbiji yang berada di dalam tanah, berwarna putih, dan bentuknya meruncing sehinga lebih mudah menembus tanah. Akar berasal dari akar lembaga (radix) yang terdapat di biji tumbuhan. Akar berkembang dari meristem apikal ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Fungsi tudung akar adalah untuk melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.
Pembelahan sel meristem apikal membentuk daerah pemanjangan yang disebut daerah/zona pemanjangan sel. Dibelakangnya terdapat zona diferensiasi sel atau zona pendewasaan sel, di sini sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen seperti xylem, floem, parenkim, dan sklerenkim.
Fungsi akar bermacam-macam, antara lain:
  1. Mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
  2. Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk umbi.
  3. Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.
  4. Sebagai alat pernapasan.
Berikut adalah bagian-bagian anatomi akar secara garis besar:
  1. Epidermis, terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat dengan dinding sel yang tipis supaya mudah ditembus air. Pada zona diferensiasi, epidermis membentuk bulu/rambut akar yang berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan
  2. Korteks, tersusun atas berlapis-lapis sel dengan dinding yang tipis dan memiliki ruang antarsel yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.
  3. Endodermis, berupa satu lapis sel yang rapat dengan penebalan gabus pada dinding sel. Endodermis adalah pemisah antara korteks dan stele.
  4. Stele/silinder pusat, di dalamnya terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem).
Akar tanaman menyerap air dan unsur hara dengan proses imbibisi, difusi, dan osmosis. Bagian akar yang berfungsi untuk melakukan penyerapan adalah daerah yang memiliki rambut akar yang merupakan daerah perluasan epidermis. Sebelum air tanah sampai ke xilem, air tanah terlebih dahulu melalui sel rambut akar (epidermis), korteks, endodermis, dan perisikel.
akar dikotil dan monokotil
a. Struktur Akar Dikotil
Akar pada tumbuhan dikotil berbentuk tunggang. Xilem dan floem pada tumbuhan dikotik tersusun membentuk jari-jari (radial). Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilinginya. Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang menghasilkan unsur kayu ke arah luar membentuk kulit.
b. Struktur Akar Monokotil
Akar pada tumbuhan monokotil berbentuk serabut. Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar dikotil. Xylem dan floem mirip dengan tanaman dikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi xilem dan floem secara berselang-seling.
2. Batang
Batang adalah salah satu organ tumbuhan berpembuluh yang berfungsi sebagai penyangga. Batang disusun oleh beberapa macam jaringan yang berbeda sehingga terdiri dari beberapa tipe seperti batang berkayu, batang lembut dan lunak (herbaseus), dan batang tipe rumput (kalmus).
Fungsi batang adalah sebagai berikut:
  1. Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun dan zat makanan dari daun ke seluruh bagian tubuh.
  2. Mengarahkan tumbuhan agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
  3. Tempat penimbunan cadangan makanan.
  4. Tempat melekatnya daun, bunga, dan buah.
Struktur batang secara umum adalah sebagai berikut:
  1. Epidermis, tersusun rapat oleh selapis sel. Dinding luar terdapat kutikula. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya.
  2. Korteks, tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang berdinding tipis dan terdapat banyak ruang antarsel. Disebut juga dengan istilah “kulit pertama”.
  3. Stele (silinder pusat), stele adalah lapisan terdalam dari batang. Di dalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium.
batang dikotil dan monokotil
a. Struktur Batang Dikotil
Batang dikotil tersusun atas beberapa jaringan seperti berikut:
  1. Epidermis. Terletak di bagian terluar batang. Terdapat zat kitin yang berfungsi untuk melindungi batang agar tidak kehilangan banyak air.
  2. Korteks. Terletak di antara epidermis dan endodermis. Terdapat sel kolenkim dan sel parenkim. Sel kolenkim berfungsi sebagai jaringan penunjang. Sedangkan sel parenkim sebagai jaringan dasar serta untuk mengisi dan menyimpan zat.
  3. Stele. Terletak di sebelah dalam lapisan endodermis. Fungsi stele adalah untuk memberi kekuatan pada batang.
  4. Perisikel yang menyelubungi berkas pembuluh batang.
  5. Berkas pembuluh. Terletak di bagian dalam perisikel. Fungsi berkas pembuluh adalah sebagai pengangkut zat.
  6. Kambium. Terletak di antara xilem dan floem. Kambium menyebabkan batang mengalami penambahan diameter. Fungsi kambium adalah untuk membentuk xilem dan floem. Terdapat dua tipe kambium yaitu kambium vaskuler yang berada di antara xilem dan floem, dan kambium intervaskuler yang berada di antara dua berkas pengangkut.
  7. Floem. Terletak di bagian luar berkas pembuluh atau bagian luar kambium. Fungsi floem adalah untuk mengangkut zat makanan ke seluruh tubuh.
  8. Xylem. Terletak di bagian dalam berkas pembuluh atau bagian dalam kambium. Fungsi xilem adalah untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
b. Struktur Batang Monokotil
Batang monokotil tersusun atas beberapa jaringan seperti berikut:
  1. Epidermis. Terletak di bagian luar batang. Dinding selnya lebih tebal daripada dinding sel epidermis dikotil. Fungsi epidermis adalah sebagai pelindung supaya tidak banyak kehilangan air.
  2. Meristem dasar. Terletak di jaringan yang berada di bagian dalam epidermis. Sampai sekarang belum ada yang mengetahui pasti fungsi meristem dasar.
  3. Berkas pembuluh. Tersebar pada meristem dasar. Fungsi berkas pembuluh mirip dengan yang dimiliki tumbuhan dikotil.
3. Daun
Daun adalah organ tumbuhan yang memiliki fungsi utama untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis. Selain itu, fungsi daun adalah sebagai tempat pengeluaran air dengan cara penguapan dan respirasi.
Berikut adalah struktur yang melapisi daun dimulai dari atas:
  1. Epidermis atas, terkadang dilapisi oleh kutikula.
  2. Jaringan palisade parenkim/jaringan tiang/jaringan pagar, mengandung banyak klorofil.
  3. Berkas pembuluh. Terdapat xilem dan floem yang berfungsi sebagai alat transportasi dan penguat daun dalam bentuk tulang daun.
  4. Jaringan spons parenkim/bunga karang, mengandung sedikit klorofil.
  5. Epidermis bawah, terdapat stomata.
Secara morfologi daun terdiri dari helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (folius). Daun tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan daun tumbuhan monokotil umumnya memiliki susunan tulang daun sejajar atau melengkung.
potongan melintang daun dikotil
Add caption
a. Bagian-Bagian Daun Dikotil
  1. Epidermis. Terdiri dari satu lapis sel (kecuali pada tumbuhan karet). Letak epidermis di permukaan atas dan bawah daun. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi sel bagian dalam dari kehilangan air dan mempertahankan bentuk daun.
  2. Kutikula melapisi permukaan daun dan mengalami penebalan oleh zat kitin. Fungsi kutikula adalah untuk mencegah penguapan melalui permukaan daun.
  3. Stomata. Letak stomata di permukaan daun berupa celah pada lapisan epidermis dengan dua sel penutup. Fungsi stomata adalah sebagai tempat keluar masuk gas.
  4. Mesofil adalah jaringan dasar yang tersusun atas dua lapisan sel yaitu palisade (jaringan pagar) dan spons parenkim (jaringan bunga karang).
  5. Urat daun. Terdapat berkas pembuluh. Membentuk tulang daun.
b. Bagian-Bagian Daun Monokotil
  1. Epidermis. Terdiri dari satu lapis sel dengan penebalan kitin. Letak epidermis di permukaan daun. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi daun dari kekeringan dan untuk mencegah penguapan.
  2. Stomata. Struktur dan fungsi sama dengan stomata yang ada di daun dikotil. Hanya saja letaknya berderet di antara urat daun.
  3. Mesofil. Letaknya di antara urat daun. Mesofil merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
  4. Urat daun. Letaknya pada helai daun yang berfungsi sebagai transportasi dan penguat daun.